Pengikut

Kamis, 29 Desember 2011

Bohong


entah kenapa mau nulis tentang ini....

begitu kita melakukan kesalahan, dan kondisinya kita bisa membeladiri (tidak ada yang tau)
apakah kita harus berbohong, haruskah bersandiwara pura pura tidak tau.
pada saat kita berbohong kita sudah membentuk jiwa yang keras, yang tidak mau menerima kekalahan

memang didalam diri kita ada jiwa reptil yang memang selalu membela secara refleks terhadap keadaan yang mendesak ataupun keadaan yang biasa.

Saya bukan romi rafael maupun dedy kobuser, saya gak bisa baca pikiranmu, tapi temanmu tau bagaimana dirimu, pada saat kamu bercanda, saat marah, tertawa, galau, dan mungkin bohong.
kalau kamu baca ini dan kamu mengingatnya, samperin dia, dan ceritakan masalahnya

Berat?, ia berat. sampai kamu tau kondisi kamu yang sekarang, biarpun kamu punya banyak teman, tapi kamu gak bisa lupain satu teman yang udah kamu sakitin.
"tidak ada pintu yang tertutup buat kata maaf, serendah apapun itu, kata 'maaf' pasti sudah masuk ke hati, biarpun dia tidak menerimanya . itu bukan alasan buat kamu untuk berkecil hati. bagi Tuhan , tidak ada lutut yang tidak dapat bertelut."
Mari kita belajar intropeksi diri sama - sama ya...
Menjadi pribadi yang baik itu sulit, menjadi yang terbaik apalagi. tapi kalau kita terus berupaya buat yang terbaik , aku yakin kita dapatkan yang tebaik pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar